Mengenal Tradisi serta Budaya TORAJA (SULSEL)


Letak Toraja
Spoiler for PETA TORAJA (SULAWESI SELATAN):

Ibu kota Toraja
Makale Rante Pao, ibu kota Kabupaten Tana Toraja, dihiasi sebuah kolam dengan diameter puluhan meter dan lampu-lampu hias serta air mancurnya yang menawan, seolah menyambut kedatangan setiap orang yang tiba di Makale. dan terkesan mewah.
Pagi hari , Matahari bersinar cerah namun diselimuti lapisan kabut , indah dan menakjubkan dikawasan perbukitan di Toraja yang perlahan pupus seiring Kicauan burung dan segarnya udara pagi.

Spoiler for kota Makale (TORAJA SELATAN):

RUMAH ADAT TORAJA = TONGKONAN
Rumah adat ini bernama Tongkonan. Atapnya terbuat dari daun nipa atau daun kelapa dan dapat bertahan sampai puluhan tahun. Tongkonan juga memiliki strata sesuai derajat kebangsawanan masyarakat (strata emas, perunggu, besi, dan kuningan).
MISTIS
. kesan yang seketika mencuat saat melongok ke dalam tongkonan tua yang gelap . Jenazah yang disemayamkan di dalam tongkonan selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, diatas balai-balai setinggi pinggang di sudut ruang dalam tongkonan.
Di ruang situ jenazah disimpan menunggu acara pemakaman.
Spoiler for Rumah Adat TONGKONAN:

TARIAN TORAJA
Suku Toraja melakukan tarian dalam beberapa acara, kebanyakan dalam upacara penguburan. Mereka menari untuk menunjukkan rasa duka cita, dan untuk menghormati sekaligus menyemangati arwah almarhum karena sang arwah akan menjalani perjalanan panjang menuju akhirat. Pertama-tama, sekelompok pria membentuk lingkaran dan menyanyikan lagu sepanjang malam untuk menghormati almarhum (ritual terseebut disebut Ma'badong).
Spoiler for Tarian Ma'badong:


Ritual tersebut dianggap sebagai komponen terpenting dalam upacara pemakaman. Pada hari kedua pemakaman, tarian prajurit Ma'randing ditampilkan untuk memuji keberanian almarhum semasa hidupnya. Beberapa orang pria melakukan tarian dengan pedang, prisai besar dari kulit kerbau, helm tanduk kerbau, dan berbagai ornamen lainnya. Tarian Ma'randing mengawali prosesi ketika jenazah dibawa dari lumbung padi menuju rante, tempat upacara pemakaman.

Spoiler for Tarian PRAJURIT Ma'randing:


Selama upacara, para perempuan dewasa melakukan tarian Ma'katia sambil bernyanyi dan mengenakan kostum baju berbulu. Tarian Ma'akatia bertujuan untuk mengingatkan hadirin pada kemurahan hati dan kesetiaan almarhum. Setelah penyembelihan kerbau dan babi, sekelompok anak lelaki dan perempuan bertepuk tangan sambil melakukan tarian ceria yang disebut Ma'dondan.

Spoiler for TARIAN Ma'Katia:

Spoiler for TARIAN TORAJA:

UPACARA KEMATIAN
Dalam masyarakat Toraja, upacara pemakaman merupakan ritual yang paling penting dan berbiaya mahal. Semakin kaya dan berkuasa seseorang, maka biaya upacara pemakamannya akan semakin mahal. Dalam agama aluk, hanya keluarga bangsawan yang berhak menggelar pesta pemakaman yang besar. Pesta pemakaman seorang bangsawan biasanya dihadiri oleh ribuan orang dan berlangsung selama beberapa hari. Sebuah tempat prosesi pemakaman yang disebut rante biasanya disiapkan pada sebuah padang rumput yang luas, selain sebagai tempat pelayat yang hadir, juga sebagai tempat lumbung padi, dan berbagai perangkat pemakaman lainnya yang dibuat oleh keluarga yang ditinggalkan. Musik suling, nyanyian, lagu dan puisi, tangisan dan ratapan merupakan ekspresi duka cita yang dilakukan oleh suku Toraja tetapi semua itu tidak berlaku untuk pemakaman anak-anak, orang miskin, dan orang kelas rendah
Spoiler for UPACARA KEMATIAN:

KUBURAN-KUBURAN BATU DI TORAJA
Di sini jasad diletakkan di liang-liang dalam sebuah dinding tebing cadas.
Dulu orang menatah tebing ini selama bertahun-tahun,sehingga jasad orang yang meninggal bisa ditanam di dalamnya. Semakin tinggi letak petinya, berarti strata sosialnya juga makin tinggi. Pada Kuburan Batu Lemo Tana Toraja dapat dilihat serambi tau-tau pada dinding batu terjal , menghadap kealam terbuka .
Spoiler for kuburan batu lemo:


Spoiler for Pekuburan Bayi Kambira (Diatas pohon:
ADU KERBAU (Ma PASILAGA TEDONG
Adu kerbau (Mapasilaga Tedong). Sebelum diadu, dilakukan parade kerbau. Ada kerbau bule atau albino, ada pula yang memiliki bercak-bercak hitam di punggung yang disebut salepo dan hitam di punggung (lontong boke). Jenis yang terakhir ini harganya paling mahal, sampai ratusan juta. Juga terdapat kerbau jantan yang sudah dikebiri.Puluhan kerbau ini dibariskan di lokasi upacara. Selanjutnya, diarak dan didahului dengan tim pengusung gong, pembawa umbul-umbul, dan sejumlah wanita dari keluarga yang berduka ke lapangan yang berlokasi di rante (pemakaman).
Spoiler for Adu kerbau/Mapasilaga TEDONG:




sumber :http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=5230504

0 Response to "Mengenal Tradisi serta Budaya TORAJA (SULSEL) "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel